If you are an owner of this website – please upgrade to remove ads

Produk MayBank Indonesa

Serial Daredavil Superhero 

gallery/film daredavil

Beberapa tahun terakhir ini, Marvel memang menyajikan film-film dengan karakter superhero yang lebih membumi dan tak sempurna. Janji Marvel untuk menyajikan kisah superhero yang cukup membumi dalam bentuk serial akhirnya terbukti melalui film serial Daredevil yang ditayangkan di Netflix sejak 2016 lalu. Serial arahan sutradara Joe Carnahan ini menceritakan seorang pengacara muda Matt Murdoch yang diperankan oleh Charlie Cox. Murdoch yang tuna netra baru saja memulai firma hukum bersama sang sahabat, Foggy Nelson (Elden Henson). Tak ada hal-hal yang tak masuk akal pada serial ini. Sebagai superhero tokoh Matt Murdoch justru sangat manusiawi karena nonton streaming ini lebih banyak menceritakan sisi kriminal, psikologi ketimbang kehebatan si superhero. Semakin nyata karena serial Daredevil menggambarkan kehidupan sehari-hari dan masalah-masalah yang hadir di sekitar kita.

Resensi Movie Serial Daredavil

Saat malam tiba, Matt Murdoch dengan tangan kosong akan melindungi orang-orang yang tertindas dari tindak kriminal. Mimpinya sederhana namun cukup rumit yaitu  menciptakan Hell's Kitchen yang bersih dari tindak kriminal. Berbagai ancaman pun datang dari seorang pebisnis bernama Wilson Fisk (Vincent D'Onofrio). Fisk menguasai berbagai aspek di Hell's Kitchen mulai dari dunia film bioskop hitam,  para penegak hukum hingga media. Memanfaatkan kekuasan besar itu, Fisk punya mimpi yang sama dengan Matt: Menciptakan Hell's Kitchen yang lebih baik menurut versi masing-masing. 

Marvel berhasil menyajikan sisi kelam khas Daredevil. Aksi laga pun dikemas dengan apik dan menegangkan sehingga  para penonton tak sabar ingin melanjutkan ke episode selanjutnya. Kesan realistis disampaikan bahwa superhero pun bisa terluka dan merasakan sakit. Beberapa kali dia bisa dikalahkan, terluka parah sebelum akhirnya bangkit kembali. Alhasil dalam segala pertarungan, tiap tulang yang patah dan sayatan penuh darah terasa lebih berarti. 

Serial Daredevil menjadi semakin nyata karena karakter tokoh yang berada di area abu-abu. Bukan hitam dan putih. Daredevil adalah superhero yang terjebak dalam ambiguitas moral karena statusnya sebagai pengacara taat hukum. Dilema demi dilema pun berkutat pada pikiranya karena keyakinan Katolik yang ia pegang teguh. Kekerasan yang ia gunakan malah menghadirkan pertanyaan moralitas menarik.

Selain Matt Murdoch, sosok Wilson Fisk alias Kingpin juga tak kalah menariknya. Sebagai tokoh yang menguasai dunia hitam, ia memiliki tujuan mulia dan juga manusia biasa yang bisa termehek-mehek ketika jatuh cinta. Adegan kisah cintanya dengan Vanessa (Ayelet Zurer) membuktikan hal ini.  Fisk juga menghargai arti pertemanan seperti yang terpancar dalam hubungannya dengan Wesley (Toby Leonard).

Serial Daredevil kini sudah mencapai season ke-2. Pada season 1 kita akan terbawa oleh perjalanan hidup Matt Murdoch hingga menjadi Daredevil dan bagaimana ia menjalankan hari-hari sebagai Daredevil. Nah pada season 2 kita akan menyaksikan alur cerita yang terbangun antar karakter dan juga kejutan yang muncul dari  karakter baru yaitu  The Punisher (Jon Bernthal) dan Elektra (Elodie Yung). Season 2 serial Daredevil ini sanggup menggali konflik-konflik psikologis yang mendewasakan. Hal inilah yang membuat penonton semakin terikat secara emosional dengan serial Daredevil. Sekarang mari kita tunggu kejutan apa yang hadir pada Daredevil season 3 nanti

Pilihan Marvel untuk menayangkan Daredevil melalui Netflix sebagai serial TV memang tidak salah. Pujian demi pujian didengungkan terhadap serialnya ketimbang versi movie asli tahun 2003 yang dibintangi Ben Affleck itu. Melalui serial Daredevil para tim kreatif di balik serial ini pun menyatakan bahwa mereka lebih bebas berekspresi melalui film serial tv ketimbang layar lebar. 

gallery/tokoh pemain daredavil